Tampilkan postingan dengan label Manajemen Strategik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen Strategik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Manajemen Strategik

0 komentar


1). Analisis 5 kekuatan persaingan menurut Michael Porter (Produk Garmen)

CV. Sinta Lestari adalah salah satu perusahaan garmen di Indonesia yang berlokasi di Jalan Kalianyar IV No. 3 Kecamatan Tambora Jakarta Barat 11320. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam jenis t’shirt, wangki, kemeja dengan merek SVNS, F10, dan Tru-S dengan produk unggulan t’shirt bermerek SVNS.

Model lima kekuatan persaingan porter

Gambar 4.1 Lima Kekuatan Porter CV Sinta Lestari

Menurut lima kekuatan persaingan porter, sifat dan derajat persaingan yang dihadapi oleh CV. Sinta Lestari bergantung pada lima faktor yaitu :

1. Persaingan Antarperusahaan Sejenis
Persaingan antarperusahaan sejenis biasanya merupakan kekuatan terbesar dalam lima kekuatan kompetitif. Strategi yang dijalankan oleh suatu perusahaan dapat berhasil hanya jika mereka memberikan keunggulan kompetitif dibanding strategi yang dijalankan perusahaan pesaing. Pesaing CV. Sinta Lestari antara lain ialah industri jasa rumah tangga (CMT), Fernando Garment, Bukindo Jaya Garment, CV. Lestari Busana Indah, PD. Dwi Tungal Garment, PD. Prima Busana, PT. Central Aneka Busana dll. Beberapa pesaing merupakan pemain yang sudah lama terjun dalam bisnis industri garmen dan sudah terbukti kemampuannya, sehingga CV. Sinta Lestari harus terus meningkatkan kinerjanya agar dapat terus bertahan.

2. Kemungkinan Masuknya Pesaing Baru
Tugas penyusun strategi adalah untuk mengindentifikasi perusahaan yang berpotensi masuk ke pasar, untuk memonitor strategi pesaing baru, untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada saat ini. Beberapa pesaing baru yang masuk dalam industri ini seperti banyaknya industi rumah tangga yang bermunculan karena suburnya keuntungan pangsa pasar ini.

3. Potensi Pengembangan Produk Substitusi
Produk pakaian jadi hampir tidak mempunyai barang pengganti, meskipun berbeda bahan dan jenis tapi tetap saja berada dalam industri yang sama.

4. Bargaining Power of supplier (Kekuatan tawar-menawar Penjual/Pemasok)
Sehubungan dengan visi dan misi perusahaan untuk menjadi yang terbaik dalam kualitas maka bahan yang kami gunakan juga bahan yang berkualitas tinggi. CV.Sinta Lestari menggunakan bahan-bahan dari PT Pulau Intan dalam menyuplai bahan selain itu pemasok lainnya ialah PT Asitex, Toko Super Benang, Toko PB.

5. Bargaining Power of consumer ( Kekuatan tawar-menawar Pembeli/Konsumen)
Ketika konsumen terkonsentrasi atau besar jumlahnya, atau membeli dalam jumlah besar, kekuatan tawar menawar mereka menjadi kekuatan utama yang memengaruhi intensitas persaingan dalam suatu industri. Konsumen CV. Sinta Lestari ialah secara individu, toko-toko maupun perusahaan. Dalam proses tawarmenawar harga semakin besar jumlah pembelian maka harga yang diberikan akan lebih murah dari jumlah pembelian yang lebih kecil.


2). Strategi Generik

Definisi strategi generik menurut M. Porter adalah suatu pendekatan strategi perusahaan dalam rangka mengungguli pesaing dalam industri sejenis.
Menurut Michael Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum (strategi generik). Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk yang menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang tidak terlalu peduli dengan perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
a. Strategi Biaya Rendah (cost leadership)
Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan. Dari sisi perilaku pelanggan, strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low-involvement,ketika konsumen tidak (terlalu) peduli terhadap perbedaan merek, (relatif) tidak membutuhkan pembedaan produk, atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawar-menawar yang signifikan.
Strategi ini membuat perusahaan mampu bertahan terhadap persaingan harga bahkan menjadi pemimpin pasar (market leader) dalam menentukan harga dan memastikan tingkat keuntungan pasar yang tinggi (di atas rata-rata) dan stabil melalui cara-cara yang agresif dalam efisiensi dan kefektifan biaya.
Untuk dapat menjalankan strategi biaya rendah, sebuah perusahaan harus mampu memenuhi persyaratan di dua bidang, yaitu: sumber daya (resources) dan organisasi. Strategi ini hanya mungkin dijalankan jika dimiliki beberapa keunggulan di bidang sumber daya perusahaan, yaitu: kuat akan modal, trampil pada rekayasa proses (process engineering), pengawasan yang ketat, mudah diproduksi, serta biaya distribusi dan promosi rendah. Sedangkan dari bidang organisasi, perusahaan harus memiliki: kemampuan mengendalikan biaya dengan ketat, informasi pengendalian yang baik, insentif berdasarkan target (alokasi insentif berbasis hasil). (Umar, 1999).)
Contoh perusahaan yang menerapkan:  
·         Toyota, dilihat dari implementasi JIT (Just in Time) sehingga proses produksi bisa dipotong, efisiensi dapat tercapai. 
·         Beberapa contoh perusahaan yang terkenal kare strategi keunggulan biaya adalah Wal-Mart, BIC, Mc Donald’s, Black and Decker, Lincoln Electric, dan Briggs and Sratton.
·         Kemasan Isi ulang kecap bangau

b. Strategi Pembedaan Produk (differentiation)
Strategi Pembedaan Produk (differentiation), mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya.
Berbagai kemudahan pemeliharaan, features tambahan, fleksibilitas, kenyamanan dan berbagai hal lainnya yang sulit ditiru lawan merupakan sedikit contoh dari diferensiasi. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive).  Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing.
Pada umumnya strategi biaya rendah dan pembedaan produk diterapkan perusahaan dalam rangka mencapai keunggulan bersaing (competitive advantage) terhadap para pesaingnya pada semua pasar. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).  Secara umum, terdapat dua bidang syarat yang harus dipenuhi untuk memutuskan memanfaatkan strategi ini ; bidang sumber daya (resources) dan bidang organisasi.  Dari sisi  sumber daya perusahaan, maka untuk menerapkan strategi ini dibutuhkan kekuatan-kekuatan yang tinggi dalam hal: pemasaran produk, kreativitas dan bakat, perekayasaan produk (product engineering), riset pasar, reputasi perusahaan, distribusi, dan ketrampilan kerja. Sedangkan dari sisi bidang organisasi, perusahaan harus kuat dan mampu untuk melakukan: koordinasi antar fungsi manajemen yang terkait, merekrut tenaga yang berkemampuan tinggi, dan mengukur insentif yang subyektif di samping yang obyektif. (Umar, 1999)
Contoh Perusahaan menggunakan Strategi Differensial:  
·         Starbuck dengan kopinya yang berbeda dengan  coffe shop lain, sehingga pengunjung betah berlama-lama dan rela mengeluarkan harga yang cukup mahal dari yang lain.
·         PT. Indofood terutama produk mie instannya memiliki keunikan rasa dan promosi iklan yang mengusung tema nusantara.
·         Contoh jasa pengiriman cepat ( overnight delvery ) dari federal express.

c. Strategi Fokus (focus)
Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. Dalam pelaksanaannya – terutama pada perusahaan skala menengah dan besar –, strategi fokus diintegrasikan dengan salah satu dari dua strategi generik lainnya: strategi biaya rendah atau strategi pembedaan karakteristik produk. Strategi ini biasa digunakan oleh pemasok “niche market” (segmen khusus/khas dalam suatu pasar tertentu; disebut pula sebagai ceruk pasar) untuk memenuhi kebutuhan suatu produk — barang dan jasa — khusus.
Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size), terdapat potensi pertumbuhan yang baik, dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut).
Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu (niche market), wilayah geografis tertentu, atau produk — barang atau jasa — tertentu dengan kemampuan memenuhi kebutuhan konsumen secara baik, excellent delivery. (Lihat David, 1998; Fournier dan Deighton, 1997; Pass dan Lowes, 1997; Porter, 1980 dan 1985).
Contoh Perusahaan:
·         Apple, yang berfokus kepada produknya selama bertahun tahun tanpa terpengaruh pasar. 
·         BMW jerman yang secara eksklusif memfokuskan pada pembuatan mobil-mobil mewah kelas atas. Strategi BMW tersebut bertentangan dengan paradigma umum industri mobil, yaitu memproduksi mobil untuk pasar masal.
·         Motor Gede Harley Davidson.

3). Contoh Diversifikasi

PT. UNILEVER dengan produk yang di diversifikasikan adalah SABUN, berawal dari SABUN BATANGAN menjadi SABUN CAIR juga dengan berbagai macam wewangian yang dapat dipilih oleh konsumen sesuai dengan kesukaan akan wewangian tersebut.

Pelembab muka misalnya PONDS dengan berbagai jenis variasinya sesuai jenis kulitnya ada yang untuk kulit kering dan untuk kulit berminyak.

Pasta Gigi dengan berbagai keinginan seperi untuk memutihkan gigi atau menguatkan gigi dan berbagai rasa khususnya untuk anak-anak .

Pelembab Kulit misalnya Citra dengan berbagai jenis variasi dan wangi, dengan berbagai efek juga bagi kulit konsumen, seperti BENGKOANG, MUTIARA dari Cina, TEH hijau dan lain.

Dan produk terakhir yang akan saya sebutkan adalah SHAMPOO, dengan berbagai variasi pula, ada yang anti ketombe, atau pun yang cool, ada juga yang untuk perawatan rambt rusak juga hadir dengan banyak wangi shampoo tersebut.

Senin, 15 April 2013

PT GarudaFood

2 komentar

ini tugas Manajemen Strategik yang gue buat ..
semoga bermanfaat buat pembaca :)

PROFILE

Garuda Food Group berawal dari PT. Tudung, didirikan di Pati, Jawa Tengah pada tahun 1958 dan bergerak di bisnis tepung tapioka. Pada tahun 1979 PT. Tudung berubah nama menjadi PT. Tudung Putra Jaya (TPJ). Pendiri perusahaan adalah mendiang Darmo Putra, mantan pejuang yang memilih menekuni dunia usaha setelah bangsa Indonesia merdeka.
Garuda Food adalah perusahaan makanan dan minuman di bawah kelompok usaha Tudung (Tudung Group). Selain Garuda Food, Tudung Group juga menaungi SNS Group (PT. Sinar Niaga Sejahtera) bergerak di bisnis distribusi logistik, PT. Bumi Mekar Tani (BMT) fokus di bidang plantationas, PT. Nirmala Tirta Agung (NTA) bisnis air minum dalam kemasan kaleng bermerek Prestine, dan Global Solution Institute (GSI) bergerak di bidang pelayanan jasa pelatihan, seminar, event organizer, dan konsultasi manajemen.
Pada awal 1978 TPJ mulai menjual hasil produksi kacangnya dengan merek Kacang Garing Garuda yang belakangan dikenal dengan sebutan ringkas Kacang Garuda. Kacang Garuda memperoleh berbagai penghargaan sebagi berikut: Indonesian Customer Satisfaction Awards (ICSA) kategori kacang bemerek delapan kali berturut- turut (2000- 2007), Superbrands (2003), Top Brands For Kids (2004), Indonesian Best Brand Award (IBBA, 2004- 2007), dan Top Brand (2007).
Tatkala perekonomian nasional tengah dihantam krisis ekonomi, Desember 1997 Garuda Food Group mendirikan PT. Garuda Food Jaya yang memproduksi biskuit bermerek Gery.  Pada tahun 1998 Garuda Food Group mengakuisisi PT.Triteguh Manunggal Sejati (TRMS), produsen jelly dan meluncurkan produk jelly bermerek Okky dan Keffy.
Pada tahun 2000 Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sepakat menggabungkan TPJ, Garuda Food Putra Putri Jaya, dan Garuda Food Jaya dalam satu nama yaitu : PT. Garuda Food Putra Putri Jaya (GPPJ).
Pada akhir 2002 TRMS meluncurkan produk minuman Jelly bermerk Okky Jelly Drink sekaligus babak baru Garuda Food masuk ke bisnis minuman (beverages). Prestasi Okky Jelly dibuktikan dari keberhasilan meraih Top Brand For Kids (TBK) Award 2004 untuk kategori Jelly. Di samping TBK, Okky Jelly juga berhasil meraih IBBA (2004- 2007) dari majalah Marketing bekerja sama dengan Frontier.
Pada tahun 2005 Garuda Food meluncurkan sebuah inovasi baru dalam ranah minuman kemasan berupa teh kemasan cup yang diberi merek Mountea. Hingga tahun 2011, Mountea telah memperoleh sejumlah penghargaan seperti Indonesia Best Brand Award, dll.



VISI DAN MISI
Visi :
“Menjadi salah satu perusahaan terbaik di industry makanan dan minuman di Indonesia dalam aspek profitabilitas, penjualan, dan kepuasan konsumen melalui karya yang kreatif dari seluruh karyawan yang kompeten “.
Misi :
a.      Memuaskan konsumen dengan menyediakan produk- produk makanan dan minuman      berkualitas.
b.      Membentuk komunitas karyawan untuk tumbuh bersama dan mengembangkan kualitas kehidupan, lingkungan kerja, dan pekerjaan para karyawan.
c.       Menciptakan kemanfaatan jangka panjang yang berkesinambungan dalam hubungan antara perusahaan dengan seluruh mitra usaha.
d.      Meningkatkan nilai tambah bagi pemegang saham dengan menjalankan etika bisnis dan pengelolaan perusahaan yang baik.

PHILOSOPHY
1.      Manusia Nilai
Untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai kemanusiaan yang meliputi: Kebenaran, Perilaku Benar, Cinta, Non-Kekerasan, dan Perdamaian. Tidak melanggar larangan agama. Ketulusan dan harmoni dalam berpikir, berbicara dan mengambil tindakan.
2.      Etika Bisnis
Menggunakan norma etika yang berlaku di masyarakat dalam interaksi dan pengelolaan lingkungan bisnis sehingga ada akhirnya akan "saling menguntungkan yang berkelanjutan". Juga memperhatikan berbagai masalah yang muncul dalam misi bisnis Garudafood ini walaupun secara formal ini bukan tanggung jawab mereka.
3.      Persatuan Melalui Harmony
Untuk menjaga keharmonisan dan kesatuan dengan komunitas bisnis internal (karyawan dan pemegang saham). Untuk menjaga keseimbangan dan harmoni antara aspek bisnis dan aspek lainnya.
4.      Kecepatan dan Leading Change
Untuk mempertahankan dan meningkatkan kecepatan dalam cara berpikir dan cara bertindak. Untuk melembagakan perubahan dengan benar dan mempertahankan cakap sehingga akan ada nilai tambah bagi perusahaan dengan kekuatan teknologi sebagai pilar.

5.      Bekerja Cerdas dalam Belajar Budaya
Rajin, tekun, serius dan konsisten dalam satu karya yang terlibat di dalamnya Menekankan proses kerja cepat, sistematis dan akurat. Selalu meningkatkan metode dan kualitas kerja melalui pengembangan diri dalam budaya belajar terus menerus dipelihara oleh dan bersama dengan perusahaan.

THE MANAGEMENT
Board of Commissioners & Directors

PRESTASI
Garuda Kacang dan Okky Jelly Drink Pelanggan Satisfaction Award Meraih Indonesia (ICSA) 2011
2011 - Merek Tahap Penghargaan Top 2
2011 - Firman Penghargaan Mouth Pemasaran
2011 - Satria Penghargaan
2011 - Indonesian Best Brand Award
2011 - Top Brand for Kids
2011 - Top Brand Award
2010 - Rekor Bisnis
2010 - Top Brand Award
2010 - Top Brand for Kids
2010 - Firman Penghargaan Mouth Pemasaran
2010 - Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI)
2009 - Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA)
 2009 - Indonesian Best Brand Award
       2009 - penghargaan Pemasaran
2009 - Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI)
2009 - Top Brand for Kids
2008 - Anugerah Produk Asli Indonesia (APAI)
2007 - Top Brand Award
2006 - Champions The Dream Team
2006 - Marketing Award
2004 - 2006 - Indonesian Best Brand Award (IBBA)
2003 - 2006 - CEO Paling Dikagumi oleh Majalah Warta Ekonomi
2000 - 2006 - Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA)
2005 - Penghargaan Marketer Muda
2004 - Ernst & Young Entrepreneur of The Year
2003 - 2004 - Superbrands
2003 - Top Brand for Kids
2003 - Pengusaha Agribisnis Penghargaan

DISTRIBUTION NETWORK
Sebagai divisi distribusi Grup GarudaFood, SNS memiliki banyak jumlah depot yang melayani ratusan ribu outlet pelanggan di seluruh Indonesia. Dalam rangka memperluas jaringan, SNS juga bekerja sama dengan distributor sub utama yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
SNS mengembangkan jaringan dengan menyediakan perusahaan patungan dengan perusahaan distribusi di daerah, dan sampai sekarang cabang dan depot SNS tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan jaringan distribusi yang luas nya, sejak 1994 SNS telah menjadi salah satu distributor FMCG terbaik untuk makanan dan minuman kategori.

BAGAN PERUSAHAAN GARUDAFOOD
 
PRODUK
1.      BY FOOD BRAND
a.      Biscuit
a)      Berrygood Waffle
b)      Gery Saluut Malkist
c)      Gery Malkist
d)      Berrygood Berry Jam
e)      Hollanda Butter Cookies
f)       Gery O’donuts Chocomilk
g)      Gery O’donuts
h)      Tory Cheese Crackers
i)        Gery Rice Cracker Cheese Flavour
j)        Gery Rice Cracker
k)      Gery Assorted
l)        Tory Cheese Cracker
m)   Gery Eggroll
n)      Gery Wafer Cream
o)      Gery Wafer Stick dan Stick Coklat
p)      Gery Butter Cookies
q)      Chocolatos Gold Edition
r)       Gery Wafer Piramid
s)       Gery Wafelatos with Chocolate Topping
t)       Gery Wafelatos
u)      Enrob Wafer Cream Saluut
v)      Gery Enrob Wafer Stick Cokluut
w)    Tory Cheeselatos
x)      Hollanda Butter Cookies
b.      Confectionery
a)      Gery Dipstick Tray
b)      Gery Chocolate Cheese Pasta
c)      Gery Pasta Coklat
d)      Gery Meses
e)      Okky Jelly Ice Stick
f)       Gery Bischoc
g)      Gery Chocolate Rice Crispy
h)      Ting Ting Original
c.       Snack
a)      Toya Toya Berries
b)      Toya Toya Chocolate Stick
c)      Toya Toya Chocolate
d)      Toya Toya Banana Chocolate
e)      Kacang Kulit Garuda
f)       LEO Nacho Cheese Corn Crisps
g)      LEO Cassachips Chicken Onion Flavor
h)      LEO Cassachips Chicken Black Pepper Flavor
i)        Garuda Roasted Flavored
j)        Roasted Three Kernels – Biga
k)      Leo Seaweed
l)        LEO Original Chicken Flavor
d.      Functional Drink
Super O2
e.      Dailly (Liquid Milk)
a)      Clevo White Choco
b)      Clevo Strawberry Flavor
c)      Clevo Chocolate Flavor

2.      BY BEVERAGES BRAND
a.       Juice & Fruit Flavour Drink
a)      OKKY Koko Drink
b)      OKKY Jelly Drink Blackcurrant
c)      OKKY Jelly Drink Apple
d)      OKKY Jelly Drink Orange
e)      OKKY Jelly Drink Guava
f)       OKKY Jelly Drink Manggo
b.      Jelly Milk Drink
a)      Jell-O Blast Chocolate
b)      Jell-O Blast Choco Raspberry
c.       Tea Based
a)      Mountea Apple
b)      Mountea Blackcurrant
c)      Mountea Guava
d)      Mountea Strawberry
e)      Mountea Sweet Tea
d.      Coffee Based
Kopyes

3.      BY BASIC FOOD
a.      Beras Setra Ramos
b.      Beras Pandan



Sebelum menapakan jejaknya di pasar modal pada tahun 2012, PT. Garudafood akan menguatkan mitra strategisnya sepanjang tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Sudhamek AWS., selaku Direktur Utama PT. Garudafood saat ditemui di sela-sela peluncuran sebuah majalah baru di Grand Indonesia kempinski, Jakarta.
Mitra strategis yang saat ini dikejar oleh Garudafood adalah produk minuman. Sudhamek belum bisa mengatakan pihak mana yang saat ini sedang dijajakinya untuk menjadi mitra strategis tersebut.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, PT. Garudafood berencana memasuki pasar modal di tahun 2012, namun sampai saat ini, PT. Garudafood masih belum bisa mengatakan berapa banyak bagian yang akan dilepas tersebut. Sudhamek mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini sedang menyiapkan semua hal yang berkaitan dengan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO).
Sampai saat ini PT. Garudafood sedang pilih-pilih rekanan untuk bisa menerbitkan saham perdana di tahun 2012. Sampai dengan saat ini sudah ada beberapa pihak yang siap untuk menjadi rekanan dalam menerbitkan saham.
Target pendapatan Garuda Food sepanjang tahun ini, dikatakan oleh Sudhamek akan mencapai angka Rp. 5 triliun. Sebagai acuan, pada tahun 2009, total pendapatan perusahaan yang diperoleh adalah sebesar Rp 4,1 triliun. Ketika ditanya tentang laba bersih yang dicapai sepanjang se-mester pertama tahun ini, dia tidak bisa menyebutkan angka pastinya.
Secara umum PT. Garudafood menargetkan penjualan mencapai Rp. 20 triliun pada 2015 melalui ekspansi pasar di dalam dan luar negeri. Untuk pangsa pasar eskpor, produk makanan dan minuman olahan Garudafood sudah merambah China dan India.
PT. Garudafood optimistis bisa mencapai pertumbuhan penjualan tahun ini menjadi sebesar Rp. 5 triliun dari pencapaian di 2009 sebesar Rp. 4,1 triliun. Ke depankan menjadi Rp. 20 triliun pada 2015.
Penetapan target penjualan untuk lima tahun ke depan didasarkan pada tren pertumbuhan bisnis Garudafood selama 20 tahun terakhir. Apalagi dalam beberapa tahun tearakhir juga didukung dengan membaiknya kondisi ekonomi makro.
Begitu pula terkait perkembangan ekonomi global, Sadhamek optimistis pertumbuhan ekonomi dunia akan meningkat tajam dari -1,1 "ipada 2009 menjadi 3,1 % pada 2010. Pemulihan ekonomi juga terjadi di hampir seluruh negara, dan Indonesia sendiri mematok pertumbuhan ekonomi 5,5 % pada 2010.
Berbagai upaya dilakukan, khususnya dengan strategi yang bertumpu pada pengembangan sumber daya manusia. Ini akhirnya menjadi keunggulan kompetitif Garudafood untuk memenangkan persaingan bisnis makanan dan minuman di dalam negeri. Prospek bisnis makanan dan minuman di Indonesia masih potensial, dan ini ditunjang dengan membaiknya pasar internasional.
Saat ini, Garudafood masuk dalam lima besar industri makanan dan minuman di dalam negeri. Berdasarkan daia gabungan pengusaha makanan dan minuman Seluruh Indonesia, industri makanan dan minuman nasional tumbuh 6% pada 2009, sedangkan Garuda Food sendiri berhasil tumbuh 16%.
PT. Garudafood menargetkan penjualan Rp. 20 triliun pada 2015. Target tersebut akan dikejar melalui peningkatan penjualan di pasar dalam negeri. Selain itu, ekspor atau ekspansi di negara-negara Asia terutama China dan India juga akan terus digenjot.
Penetapan target tersebut didasarkan pada tren pertumbuhan bisnis GarudaFood selama 20 tahun terakhir dan indikator makroekonomi yang terus membaik, kata CEO Garudafood Group Sudhamek AWS. Target lain yang dipatok Garudafood adalah menjadi industri makanan dan minuman menempatkan diri sebagai perusahaan dua terbaik di bisnis makanan dan minuman nasional.
Komisaris utama Garudafood Dorodjatun Kuntjoro Djakti menambahkan, saat ini perusahaannya telah masuk dalam 5 besar industri makanan dan minuman nasional. Ia pun mengungkapkan optimisme serupa lantaran pertumbuhan Garudafood yang berada diatas rata-rata industri nasional tahun lalu. Dorodjatun bilang, berdasarkan data GAPMMI, industri mamin tumbuh 6% tahun lalu. Pada saat yang sama kami berhasil tumbuh 16% atau jauh diatas rata-rata, tandas Dorodjatun.
Guna mencapai target tersebut Garudafood tetap fokus pada kategori inti bisnis makanan dan minuman dengan pasar dalam negeri khususnya middle class sebagai fokus utama. Selain itu Garudafood juga berniat makin ekspansif di pasar internaiomal serta penetrasi ke kategori bisnis baru yang terlihat potensial pertumbuhannya.
Prospek Indonesia masih sangat bagus, potensi pasar domestik kelas menengah ada setidaknya 30 juta orang dari total masyarakat, kata Dorodjatun. India dan China juga masih jadi pasar potensial kami hingga beberapa tahun ke depan, jadi tak ada alasan untuk tak optimis, timpal Sudhamek.
Untuk membidik kelas menengah dengan pendapatan yang juga terbatas, Dorodjatun bilang perusahaannya akan berinovasi dalam pengemasan. Kami bisa memodifikasi ukuran kemasan yang lebih kecil sehingga harga jual terjangkau, kata dia. Sementara untuk menghadapi produk asing sekaligus memenangkan persaingan dalam negeri Garudafood akan lebih mengedepankan cita rasa lokal. Cita rasa lokal yang kuat akan jadi non tarif barrier yang handal juga, imbuh Dorodjatun.
Garudafood yang tahun ini genap 20 tahun kini memiliki sekitar 100 item produk dengan 20 merek andalan. Komposisi snack dan minuman sama rata, namun sumbangan biskuit termasuk yang paling besar, terang Sudhamek. Di seluruh Indonesia Garudafood punya 11 pabrik, dengan 105 titik distribusi yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.

ANALISIS SWOT
•         Strenght (Kekuatan)
1.      GarudaFood memiliki citra baik perusahaan di konsumen.
2.      Bisa menjadi pelopor untuk perusahaan lain.
3.      GarudaFood memiliki sistem distribusi yang baik.
4.      Produk dari garudaFood memiliki standar kualitas yang tinggi dan memiliki tinggi klinis.
•         Weakness (Kelemahan)
1.      GarudaFood tidak memiliki banyak produk.
2.      GarudaFood hanya memiliki satu pabrik produksi, tidak seperti pesaing. Jadi semua produksi sentralisasi di satu tempat.
•         Opportunity (Peluang)
Membuat pasar baru untuk produk GarudaFood baru. Untuk meningkatkan kualitas produk, sehingga produk mereka menjadi produk yang lebih tinggi.
•         Threats (Ancaman)
          Pesaing lain dapat membuat beberapa produk seperti produk GarudaFood.